Selanjutnya, rencana strategis dinas terkait menargetkan peningkatan produktivitas.
Program mencakup penyediaan sarana produksi dan penguatan kelompok tani.
Dengan dukungan itu, perkebunan Bengkulu berkembang sebagai subsektor paling menjanjikan.
Peluang bisnis terbuka lebar, terutama pada pengolahan hasil dan rantai nilai.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, persoalan lain muncul. Jumlah petani gurem justru meningkat signifikan.
Petani gurem merupakan pemilik lahan maksimal 0,5 hektare.
Di Bengkulu, jumlahnya naik 50,25 persen dibandingkan ST2013.
Sebagian besar petani gurem mengandalkan tenaga kerja keluarga.








