Ia menyebut, meskipun warung tersebut menjual kopi dan makanan, hal itu hanya menjadi kedok.
Menurutnya, lokasi tersebut kerap memicu perkelahian dan diduga menjual minuman beralkohol di kawasan yang sepi.
Sementara itu, pemilik warung di Jalan Belimbing, Fitri, membantah tudingan tersebut.
Ia mengaku hanya menjual kopi dan makanan serta beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.
“Saya tidak tahu laporan warga yang mana. Kalau memang ada laporan serius, tentu orang-orang tidak akan datang ke sini,” ujarnya.
Fitri juga membantah menjual minuman keras dan menyebut keributan yang terjadi murni ulah oknum pengunjung.








