Selain itu, Ibu Siaha’an juga menyoroti fungsi bangunan tambahan sebagai pelindung dari cuaca.
Menurutnya, bangunan tersebut bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga melindungi pedagang dari panas dan hujan.
Harap Dialog dan Toleransi
Meski petugas telah memberikan tenggat pembongkaran mandiri antara tiga hari hingga satu minggu, Ibu Siaha’an mengaku memilih bertahan.
Ia berharap pemerintah masih membuka ruang dialog dan memberikan toleransi.
“Saya tidak akan bongkar sendiri. Kalau memang mau dibongkar, silakan pemerintah yang bongkar. Tapi saya berharap masih ada kebijakan dan pengertian,” tegasnya.








