Ia menilai pembongkaran bangunan tambahan di depan rukonya akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usahanya.
“Saya tidak sepakat kalau bangunan ini dibongkar. Kami sudah belasan tahun berjualan di sini. Kalau harus dipaksa masuk ke dalam ruko, saya yakin pembeli tidak akan mau masuk ke dalam,” ujarnya saat ditemui di lapak.
Ia menjelaskan, mayoritas pembeli di Pasar Panorama mengutamakan kemudahan dan kecepatan.
Banyak pelanggan yang berbelanja tanpa turun dari sepeda motor, sehingga keberadaan lapak di bagian depan ruko dinilai sangat krusial.
“Pembeli biasanya langsung berhenti, beli, lalu pergi. Kalau harus masuk ke dalam, turun dari motor, itu jarang yang mau,” katanya.








