Dengan demikian, persoalan genangan yang selama ini menjadi keluhan warga diharapkan dapat teratasi secara permanen.
“Kawasannya seperti mangkuk atau cekungan. Karena itu perencanaannya sedang kami review agar genangan tidak terulang. Tahun ini pasti dikerjakan,” tegas Tejo.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan fisik utama dimulai, Dinas PUPR akan lebih dulu melakukan pembongkaran total drainase lama.
Langkah ini penting karena saluran yang ada saat ini sudah mengalami banyak penyumbatan akibat sampah dan endapan tanah.
“Drainase yang ada sekarang sudah banyak sumbatan. Itu yang kita bongkar dulu supaya aliran air lancar, sambil mereview perencanaan teknis,” jelasnya.








