BENGKULU, RBMEDIA.ID – Pemprov Bengkulu melangkah maju dalam pembinaan spiritual aparatur.
Langkah tersebut ditandai dengan pembukaan Retret Merah Putih perdana untuk ASN muslimah.
Pembukaan berlangsung khidmat di Mushola Alif Lam Mim.
Lokasi ini berada di Komplek Perkantoran Gubernur Bengkulu.
Program ini menjadi perluasan dari retret sebelumnya.
Sebelumnya, retret telah diikuti ASN pria dan pelajar SLTA.
Hingga kini, sekitar 500 ASN pria telah mengikuti sembilan angkatan.
Sementara pelajar SMA dan SMK se-Bengkulu mencapai 595 peserta.
Keberhasilan tersebut mendorong Pemprov Bengkulu membuka program serupa.
Kali ini, sasaran utamanya adalah ASN perempuan muslimah.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu menekankan keseriusan peserta.
Ia meminta seluruh peserta fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Ibu-ibu harus mengikuti retret ini dengan penuh perhatian. Matikan HP,” ujarnya.
Sekda menjelaskan, materi disampaikan secara padat dan intensif.
Materi 72 jam dipadatkan hanya dalam delapan jam.
Ia juga berbagi pengalaman dari retret ASN pria.
Banyak peserta baru menyadari kesalahan bacaan dasar ibadah.
“Bacaan Al-Fatihah saja masih banyak yang keliru,” katanya.
Menurut Sekda, retret ini menjadi momentum evaluasi diri.
Baik dalam ibadah maupun adab sunnah sehari-hari.
Retret Merah Putih bukan sekadar kegiatan keagamaan.
Program ini menjadi bagian visi besar Pemprov Bengkulu.
Sekda menyampaikan pesan Gubernur Bengkulu kepada peserta.
Visi tersebut adalah Bengkulu maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Pondasi moral dan spiritual ASN sangat vital,” tegasnya.
Acara pembukaan turut dihadiri Asisten I Khairil Anwar.
Hadir pula Asisten III Nandar Munadi, S.Sos.
Ketua Steering Committee Retret Merah Putih, Ustadz Saeed Kamyabi, juga hadir.
Ia akan memandu seluruh proses pembinaan spiritual peserta.
Retret ASN muslimah ini dikoordinir oleh Dr. Nelly Alesa.
Ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu.
Dengan dimulainya angkatan perdana ini, Pemprov Bengkulu menaruh harapan besar.
ASN diharapkan tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak kuat.
Penguatan spiritual dinilai menjadi modal utama pembangunan daerah.
Bengkulu bermartabat dimulai dari aparatur yang religius dan berintegritas.








