<strong>RBMEDIA.ID -</strong> Pemerintah Provinsi Bengkulu merealisasikan anggaran Rp40 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lebong pada 2025. Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan dua ruas strategis yang kini telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al Amin, Desa Sukabumi, Kecamatan Lebong Sakti pada Jumat 27 Februari 2026 kemarin. Dalam sambutannya, Helmi menekankan bahwa anggaran yang digelontorkan bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata pembangunan yang dapat dilihat dan dirasakan langsung warga.<!--nextpage--> “Bapak Ibu sudah pernah melihat atau memegang uang Rp40 miliar?” tanya Gubernur kepada jemaah yang hadir. “Inilah Rp40 miliar itu. Warnanya hitam, bentuknya mulus, dan manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Helmi Hasan, merujuk pada jalan provinsi yang kini telah diperbaiki. Dua proyek yang dikerjakan meliputi ruas Batas Utara–Batas Tebing–Muara Aman sepanjang 3,37 kilometer dengan anggaran Rp9,7 miliar dan ruas Muara Aman–Tambang Sawah sepanjang 7,87 kilometer senilai Rp30,7 miliar. Selain infrastruktur jalan, Pemprov Bengkulu juga memperkuat sektor kesehatan. Sebanyak 12 unit ambulans telah disalurkan ke Kabupaten Lebong pada tahun sebelumnya, dan tahun ini jumlahnya akan kembali ditambah.<!--nextpage--> “Ambulans ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat. Tahun ini akan kita tambah lagi untuk Lebong,” tambahnya. Bupati Lebong Azhari mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pembangunan daerahnya. “Atas nama masyarakat Kabupaten Lebong, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur beserta rombongan serta perhatian besar yang diberikan untuk kemajuan Lebong,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Al Amin sebesar Rp50 juta, bantuan kursi roda bagi warga, 50 paket sembako, serta bantuan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp222 juta.<!--nextpage-->