Dampaknya, selain merusak infrastruktur jalan lingkungan, banjir juga menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
“Genangan air itu bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut akses warga. Kalau jalan rusak dan tergenang, aktivitas ekonomi terganggu, anak sekolah kesulitan, dan layanan kesehatan tidak optimal,” jelas Helmi.
Oleh karena itu, Pemprov Bengkulu telah menginstruksikan perangkat teknis terkait untuk menyusun perencanaan drainase secara terpadu dan menyeluruh.
Perencanaan tersebut tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan mencakup keseluruhan sistem aliran air di kawasan Rawa Makmur.








