“Usulan yang kita ajukan itu berdasarkan kebutuhan dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Pemprov Bengkulu mengusulkan kuota BBM jenis Pertalite sebesar 772.900 kiloliter (KL), sementara Bio Solar diusulkan sebanyak 521.973 KL.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan kuota tahun 2025, di mana Bengkulu hanya mendapatkan 253.357 KL Pertalite dan 109.188 KL Bio Solar.
“Jika berkaca dari kuota tahun lalu, usulan kita kali ini memang mengalami peningkatan,” tegas Heru.
BBM Subsidi Penopang Ekonomi Daerah
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa BBM bersubsidi bukan hanya soal konsumsi energi, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.








