Melalui komunikasi yang intens, Pemkot Bengkulu menggandeng pihak kampus untuk mencarikan solusi terbaik.
“Kita imbau, kemudian kita carikan tempat. Contoh yang membahagiakan, PKL yang berjualan di UNIB belakang itu kan lumayan ada sekitar 20 sampai 30 PKL. Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Rektor,” ujar Dedy Wahyudi, dikutip dari RAKYATBENGKULU.COM.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bengkulu menyampaikan harapan agar pihak kampus dapat membantu menyediakan lokasi alternatif.
Hasilnya, sejumlah PKL bersedia direlokasi ke area di bawah Gedung Perpustakaan UNIB yang dinilai lebih tertata.
“Saya sampaikan ke Pak Rektor, tolong bantu, ini kan juga warga kami, warga Kota Bengkulu. Alhamdulillah kata Pak Rektor, kami punya tempat di bawah Perpustakaan, dan beberapa PKL itu sudah mau,” jelas Dedy.








