Dengan langkah ini, Pemkot Bengkulu berharap kesemrawutan pasar dapat diurai secara bertahap.
Dalam penertiban tersebut, petugas juga menemukan lapak-lapak baru di ruas jalan masuk pasar yang mempersempit akses kendaraan dan pejalan kaki.
Bahkan, ada auning terbuka yang diubah sepihak menjadi kios tertutup tanpa izin.
Tak hanya itu, sejumlah pedagang mengaku membeli lapak dari oknum tertentu agar bisa berjualan di jalan masuk pasar, praktik yang jelas melanggar aturan.
Alex menegaskan bahwa penataan Pasar Panorama menjadi prioritas Disperindag Kota Bengkulu.
Pemerintah telah menyiapkan los, auning, kios, hingga pelataran pasar yang layak dan representatif bagi pedagang.








