Sebelum penetapan status tanggap darurat, BPBD Mukomuko bersama instansi terkait telah menerima laporan dari pemerintah kecamatan dan desa mengenai dampak banjir tersebut.
Setelah dilakukan kaji cepat di lapangan, pemerintah daerah langsung mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan darurat.
“Pembangunan jembatan darurat ini ditujukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap bisa melintas. Akses masyarakat tidak boleh terputus terlalu lama karena menyangkut aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar,” jelas Ruri.
BACA JUGA: TPP ASN Bengkulu Tengah Dibayar 7 Bulan, Pemkab Siapkan Skema Penyesuaian 2026








