Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika keamanan kawasan.
Beberapa maskapai memilih melakukan asesmen ulang terhadap rute penerbangan, sementara lainnya menutup akses ke kota-kota terdampak hingga situasi dinyatakan aman.
Kondisi ini, menurut Intihan, menjadi dasar kuat pemerintah mengambil langkah preventif.
Ia menegaskan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama dibandingkan memaksakan jadwal keberangkatan.
Jamaah Diminta Tenang dan Koordinasi dengan Travel Resmi
Kanwil Kemenhaj Bengkulu, lanjutnya, telah meneruskan imbauan resmi tersebut kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).








