Fakta tersebut membuat Supratman merasa dikhianati oleh orang yang selama ini ia anggap saudara.
“Dia itu teman dekat saya. Kami sering ngobrol. Saya tidak menyangka dia setega itu,” tegasnya.
DSA dan Supratman diketahui memiliki tiga orang anak.
Anak bungsu mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar tidak mengetahui peristiwa tersebut karena dugaan pertemuan terjadi pada malam hari.
Tempuh Jalur Hukum, Tolak Damai
Pasca penggerebekan, DN dan DSA sempat diamankan ke Polsek Seginim untuk menghindari amukan massa.
Sehari kemudian, Supratman langsung melaporkan kasus tersebut dan diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu Selatan.
Meski DN sempat menghubungi dan meminta penyelesaian secara kekeluargaan, Supratman dengan tegas menolak.








