Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin sebagai tindak lanjut dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, yakni Program Bantu Orang Tua.
“Kegiatan ini sudah kesekian kalinya kita lakukan, bahkan sudah tidak terhitung lagi. Tujuannya bukan semata-mata penindakan, tetapi membantu orang tua dan sekolah dalam mengawasi siswa agar tidak salah arah,” tegasnya.
Namun demikian, Deki menolak jika siswa yang terjaring razia langsung dicap sebagai anak nakal.
Menurutnya, sebagian besar dari mereka justru membutuhkan perhatian dan pendampingan yang lebih intens, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar.








