Ia juga menyarankan penambahan variasi menu seperti susu kotak, buah segar, atau sumber protein tambahan agar kebutuhan nutrisi siswa tetap terpenuhi meski dalam format menu puasa.
Selain aspek gizi, ia menekankan pentingnya transparansi anggaran serta pengawasan kualitas dan kebersihan makanan.
Menurutnya, program yang menyasar anak-anak harus dijalankan secara serius dan terukur agar benar-benar berdampak pada kesehatan serta tumbuh kembang mereka.
“Program yang baik tidak boleh sekadar berjalan secara administratif, tetapi harus benar-benar berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” tegasnya.








