Ia menegaskan dukungan terhadap program tersebut, namun meminta evaluasi khusus pada pelaksanaan selama Ramadan.
“Di Kota Bengkulu, program ini tentu kita dukung penuh karena menyangkut masa depan generasi penerus,” ujarnya, dikutip dari KORANRB.ID.
Meski demikian, ia menilai komposisi menu kering tersebut masih perlu dikaji ulang. Telur memang menjadi sumber protein, roti sebagai karbohidrat, dan kurma sebagai energi cepat saat berbuka.
Namun, variasi gizi dinilai belum optimal karena belum terdapat tambahan susu, buah segar, maupun sayuran sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi harian anak.
BACA JUGA : Iran Bergejolak Usai Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel
Dorongan Evaluasi dan Transparansi
Edi mendorong dinas terkait untuk melakukan kajian ulang terhadap standar kandungan gizi paket MBG Ramadan.








