Dahlini, salah satu warga, mengenang kondisi awal masjid sebelum direnovasi.
“Dulu masjid ini berdinding bidai (bilah bambu). Karena rapuh, kami bergotong royong mengangkut pasir pantai untuk pondasi dan dinding bangunan,” kenangnya.
Dengan peresmian ini, pemerintah berharap Masjid Padang Betuah dapat terus menjadi simbol sejarah, pusat kegiatan keagamaan, sekaligus penguat identitas budaya masyarakat Bengkulu Tengah.
Page 4 of 4








