<strong>RBMEDIA.ID -</strong> Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu tetap berjalan selama Ramadan 1447 H/2026. Namun, pola distribusi makanan disesuaikan dengan waktu ibadah puasa agar siswa tetap bisa menerima manfaat program secara optimal. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu memastikan perubahan mekanisme tidak memengaruhi kualitas maupun standar gizi makanan yang diberikan kepada siswa. Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Gloria Erysa Meilinda Situmorang, menegaskan bahwa skema khusus Ramadan dirancang lebih fleksibel tanpa mengurangi nilai nutrisi. “Programnya tetap jalan. Hanya mekanismenya yang kami sesuaikan supaya anak-anak tetap bisa menerima manfaatnya dengan nyaman selama berpuasa,” ujar Gloria, saat dikonfirmasi, Jumat 20 Februari 2026.<!--nextpage--> Jika pada hari biasa makanan dikonsumsi langsung di sekolah, selama Ramadan paket MBG dibagikan untuk dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa. Paket tersebut dikemas dalam tas khusus agar praktis dibawa serta menjaga kualitas makanan tetap baik hingga waktu konsumsi. Gloria menjelaskan, komposisi menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan dihitung secara detail oleh ahli gizi. “Perhitungan gizinya tetap dihitung detail oleh ahli gizi. Walaupun bentuknya makanan kering atau lebih tahan lama, kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tetap seimbang,” jelasnya. Ia menambahkan, mutu gizi menjadi prioritas utama agar perubahan sistem distribusi tidak menurunkan standar asupan energi dan daya tahan tubuh siswa selama berpuasa.<!--nextpage--> Kebijakan penyesuaian ini juga mengikuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang penggunaan makanan ultra-proses dalam paket Ramadan. Selain itu, menu bercita rasa pedas tidak diperbolehkan untuk mencegah gangguan pencernaan bagi siswa yang berpuasa seharian. Sementara itu, untuk pelaksanaan MBG di pesantren dan sekolah berasrama muslim, proses pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan disajikan saat berbuka. Jadwal distribusi disesuaikan berdasarkan koordinasi antara SPPG dan pihak satuan pendidikan masing-masing. “Intinya, kualitas tetap nomor satu. Kami ingin memastikan anak-anak Bengkulu tetap mendapatkan asupan terbaik, meskipun dalam suasana Ramadan,” pungkasnya.<!--nextpage--> <em><strong>Reporter: Riko</strong></em>