Jika pada hari biasa makanan dikonsumsi langsung di sekolah, selama Ramadan paket MBG dibagikan untuk dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa.
Paket tersebut dikemas dalam tas khusus agar praktis dibawa serta menjaga kualitas makanan tetap baik hingga waktu konsumsi.
Gloria menjelaskan, komposisi menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan dihitung secara detail oleh ahli gizi.
“Perhitungan gizinya tetap dihitung detail oleh ahli gizi. Walaupun bentuknya makanan kering atau lebih tahan lama, kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tetap seimbang,” jelasnya.
Ia menambahkan, mutu gizi menjadi prioritas utama agar perubahan sistem distribusi tidak menurunkan standar asupan energi dan daya tahan tubuh siswa selama berpuasa.






