Langkah ini diambil untuk merespons potensi lonjakan aktivitas masyarakat yang dapat memicu kepadatan lalu lintas hingga kecelakaan.
“Personel kami juga ditempatkan di beberapa titik keramaian, seperti kawasan wisata dan lokasi yang telah dipetakan berpotensi terjadi kepadatan, kemacetan, kerawanan, hingga kecelakaan lalu lintas,” jelas Medy.
Dengan strategi tersebut, Dishub berharap dapat mengurai kepadatan kendaraan sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Selain itu, pengaturan lalu lintas yang optimal juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata, mengingat Kota Bengkulu menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan selama libur Nataru.








