Pemerintah daerah menilai pemetaan ini penting agar program penanaman pohon berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi lingkungan.
“Terlebih dahulu akan dilakukan pemetaan lahan rawan atau kritis bencana yang nantinya menjadi sasaran penanaman pohon. Kita lakukan pemetaan titik-titik atau lokusnya terlebih dahulu,” jelas Bobby.
Ia menambahkan, proses pemetaan tersebut akan melibatkan sejumlah pihak berwenang, termasuk Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab berharap data yang dihasilkan akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan jangka panjang.








