Pemerintah menilai situasi kala itu belum cukup stabil untuk menerima keputusan serupa.
“Waktu itu mungkin dukungan belum efektif dikumpulkan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Sekarang masyarakat dinilai lebih dewasa dan bisa menilai sejarah dengan lebih jernih,” terang Tutut.
Menanggapi pandangan sebagian kalangan yang mengaitkan Soeharto dengan isu korupsi dan pelanggaran HAM, Tutut menilai masyarakat kini lebih mampu menilai secara objektif.
“Rakyat sekarang semakin pintar. Kami tidak perlu membela diri. Publik bisa menilai apa yang sudah beliau lakukan bagi Indonesia,” tuturnya.
Rencana Ziarah sebagai Bentuk Syukur
Sebagai bentuk rasa syukur, keluarga Soeharto berencana melakukan ziarah ke makam sang mantan presiden di Astana Giribangun.








