Pendampingan ini bertujuan memulihkan kondisi mental korban sekaligus memastikan Tika tetap mendapatkan hak dasar, terutama hak atas rasa aman dan pendidikan.
Kasus Tika sebelumnya juga menjadi perhatian publik karena kondisi sosial keluarganya.
Ia merupakan anak dari Pandi, warga Pematang Gubernur, yang sempat viral lantaran tinggal di rumah sederhana yang menyatu dengan kandang ayam.
Tekanan sosial tersebut diduga memperparah perundungan yang diterima Tika di lingkungan sekitarnya.
Pendekatan Humanis dan Pemulihan Mental
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke rumah korban untuk memastikan kondisi psikologis Tika pascakejadian.








