Kondisi ini dinilai telah melanggar kesepakatan jam operasional yang sebelumnya dibahas bersama masyarakat.
“Kalau untuk itu masyarakat meminta saat ini ditutup total, karena walau berjanji mereka tetap mengingkari,” tegasnya.
Pemerintah desa, lanjut Rusman, mendukung penuh aspirasi warga selama disampaikan secara tertib dan tidak anarkis.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Aksi protes warga Sekunyit menjadi sinyal kuat bagi pihak terkait agar lebih serius menata aktivitas usaha di kawasan wisata.
Masyarakat berharap penertiban dilakukan secara tegas agar kawasan tersebut kembali sesuai dengan tujuan awal sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah keluarga.








