Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengungkapkan bahwa dalam pengawasan masih ditemukan pedagang yang menjual daging dan ikan tanpa perlindungan memadai.
Beberapa bahan pangan terlihat diletakkan terbuka tanpa penutup dan alat penghalau serangga.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, kami mendorong pedagang untuk lebih memperhatikan standar kebersihan demi keamanan konsumen,” tegas Sahat.
Ia berharap pengawasan terpadu seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga pada hari-hari biasa.
Dengan begitu, pasar tradisional di Kota Bengkulu dapat menjadi ruang jual beli yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.








