Metode ini bertujuan memperkenalkan makanan kepada anak melalui tahapan interaksi yang dilakukan secara perlahan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah meletakkan makanan yang tidak disukai anak di piringnya setiap hari.
Tujuannya bukan untuk memaksa anak memakannya, melainkan agar anak terbiasa melihat makanan tersebut.
Seiring waktu, rasa penasaran anak biasanya akan muncul secara alami.
Anak akan melalui beberapa tahapan interaksi, mulai dari melihat makanan, merasa tertarik, menyentuh, mencium aroma, hingga akhirnya mencoba mencicipinya.
BACA JUGA: Seleksi Paskibraka Lebong 2026 Segera Dibuka, Panitia Pastikan Proses Transparan








