Ia menambahkan, peran kepala daerah menjadi sangat strategis dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Ketika investasi masuk, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor tertentu, tetapi menyebar ke berbagai lini perekonomian.
“Kunci pertumbuhan ekonomi ada pada investasi. Kalau kepala daerah mampu mendatangkan investasi, terutama di sektor-sektor potensial, dampaknya akan terasa ke seluruh lapisan ekonomi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Kamaludin menyoroti potensi sumber daya alam Bengkulu, seperti komoditas kelapa sawit atau CPO, yang hingga kini belum memberikan nilai tambah maksimal.
Menurutnya, kehadiran industri hilir dan pabrik pengolahan akan mempercepat perputaran ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.








