Putu Vira menyebutkan bahwa keterbatasan jumlah anggota Sangha di wilayah Sumatera membuat jadwal pelayanan harus dibagi ke sejumlah vihara.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kekhusyukan ibadah.
Menutup rangkaian perayaan, panitia berharap Imlek 2026 menjadi momentum kebangkitan spiritual umat Buddha Tionghoa di Bengkulu.
Perayaan yang sederhana namun sarat makna ini diharapkan membawa ketenangan batin, mempererat kebersamaan, serta mendorong umat untuk semakin rajin beribadah di tahun yang baru.






