“Tahun Kuda Emas mengajarkan kita untuk lebih sigap, lebih berani mengambil langkah, dan tidak menunda-nunda niat baik. Semangat itu yang ingin kami tanamkan kepada umat,” ujarnya, dikutip dari RAKYATBENGKULU.COM.
Ia menegaskan bahwa meskipun tanpa barongsai, esensi perayaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ritual puja bakti, penyalaan pelita, serta doa bersama tetap menjadi inti ibadah.
Menurutnya, pertunjukan barongsai memang biasanya digelar dua tahun sekali.
Namun tahun ini panitia memprioritaskan kekhusyukan.
BACA JUGA: Viral Sopir Keluhkan Akses TPA Air Sebakul Ditutup, DLH Bengkulu Ungkap Alasannya






