Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penggunaan zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks maupun pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan dalam produk pangan.
Menggunakan metode rapid test kit di laboratorium keliling, tim ahli langsung melakukan ekstraksi dan pengujian di tempat.
“Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji negatif mengandung bahan berbahaya sehingga memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi,” kata Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt.
Meski hasil menunjukkan tren positif, BPOM tetap menekankan pentingnya kewaspadaan mandiri bagi warga yang berburu takjil.








