“Produksi kelapa sawit menurun, kemudian rendemen minyak hasil produksi petani juga rendah. Cuaca yang sedang melanda turut memengaruhi kualitas buah,” jelasnya.
Ia menambahkan, perhitungan harga inti sawit atau palm kernel (PK) sangat bergantung pada kualitas TBS yang diterima.
Ketika kualitas buah menurun, rendemen minyak otomatis ikut turun dan berdampak pada penyesuaian harga.
“Penghitungan PK itu berdasarkan kualitas buah segar dari petani. Jadi ketika ada sedikit penurunan kualitas, rendemennya juga ikut turun,” tambah Rosmala.
Meski begitu, Pemprov Bengkulu menilai selisih penurunan harga dari Rp3.161 menjadi Rp3.133 per kilogram relatif kecil dan tidak terlalu memengaruhi pendapatan petani.








