Ia menegaskan, program ini tidak berhenti pada seremoni tanam.
Pemerintah menyiapkan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit unggul, budidaya berkelanjutan, pendampingan petani, hingga pengolahan dan pemasaran kopi bernilai tambah.
“Kita tidak ingin pembangunan kopi berhenti di tanam saja. Yang kita bangun adalah ekosistem kopi yang kuat, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Helmi juga menekankan pentingnya pertanian ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital agar kopi Bengkulu mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Saya berharap apa yang kita tanam hari ini tumbuh subur, berbuah lebat, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Bengkulu,” pungkasnya.







