Namun, secara tiba-tiba ia didatangi seorang ajudan berinisial RT yang kemudian menariknya masuk ke dalam gedung, meskipun MR telah menyampaikan bahwa dirinya tengah bertugas.
“Saya sedang bertugas di lapangan, lalu tiba-tiba ditarik oleh RT. Saya sudah bilang sedang kerja, tapi tetap dibawa masuk,” ujar MR, dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Selanjutnya, MR mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa menuju lantai dua gedung Pemda Bengkulu Selatan.
Setibanya di lokasi tersebut, ia langsung berhadapan dengan sopir lain berinisial RO.
Tanpa banyak bicara, RO diduga langsung melakukan tindakan kekerasan.








