Menurut keterangan saksi, keduanya mengaku telah menikah siri.
Namun, pengakuan tersebut diragukan warga yang mengaku resah dengan aktivitas keduanya selama sekitar tiga bulan terakhir.
Warga kemudian melibatkan aparat kepolisian, istri sah S, serta suami sah M dalam proses penggerebekan.
“Setelah kami gerebek, mereka sudah berada di dalam rumah. Namun si perempuan tidak mau keluar sehingga sempat terjadi adu mulut,” ungkap seorang saksi.
Pasca kejadian, istri sah oknum lurah disebut melaporkan kasus tersebut kepada Wali Kota Bengkulu.
Rekaman video setelah penggerebekan pun beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.








