Penanaman sawit dalam skala besar dikhawatirkan mempercepat penyusutan sumber air, yang selama ini menjadi kebutuhan vital masyarakat pulau.
“Kalau memang mayoritas masyarakat Enggano keberatan, apalagi dikhawatirkan air di Enggano itu akan menyusut lebih cepat dengan penanaman sawit, maka ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Denni.
Atas dasar itu, Pemprov Bengkulu secara terbuka mengimbau Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara agar tidak menerbitkan izin penanaman sawit di Pulau Enggano.
Menurut Denni, potensi mudarat jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang akan diterima masyarakat.
“Kita menghimbau dan mengajak pemerintah Bengkulu Utara untuk tidak memberi izin seperti itu. Karena daripada mudaratnya lebih banyak,” ujarnya.








