Setelah dilakukan pemeriksaan awal di rumah sakit, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka yang berada di Jalan Salak 2, Kelurahan Panorama.
Pihak kepolisian menyebutkan keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga menolak,” tutup AKP Saman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di lokasi yang berisiko seperti rawa atau perairan terbuka.








