Selain itu, sektor perikanan dan pertanian bisa berkembang lebih cepat. Program padat karya juga berpotensi menyerap tenaga kerja lokal.
Karena itu, transparansi harus menjadi prioritas utama. Aparat desa wajib mengelola dana secara akuntabel dan tepat sasaran.
Partisipasi masyarakat juga sangat penting. Warga bisa ikut mengawasi penggunaan anggaran di lapangan.
Dengan total Rp30,8 miliar, ekonomi desa diprediksi bergerak lebih dinamis. Peluang usaha baru pun dapat bermunculan.
Kini publik menanti realisasi program sepanjang 2026. Akankah Dana Desa 2026 Kepulauan Sula membawa perubahan nyata?
Jawabannya akan terlihat dari kerja konkret pemerintah desa.







