Perubahan cuaca yang cepat ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan darat dan kegiatan luar ruangan.
Di sektor kelautan, kecepatan angin di perairan Bengkulu diperkirakan mencapai 10 hingga 15 knot.
Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.
BMKG menilai kombinasi hujan lebat dan angin kencang berisiko menimbulkan pohon tumbang, genangan air, serta gangguan lalu lintas.
BACA JUGA : Efisiensi Anggaran Tetap Jalan, Penggantian 11 Mobnas Camat Jadi Prioritas
Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca resmi sebelum beraktivitas.
Dinamika Atmosfer Masih Aktif
Menurut BMKG, perubahan cuaca ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Barat Sumatera.







