Dedikasinya membuat kariernya melesat cepat, hingga dipercaya memimpin Rakyat Bengkulu sebagai pemimpin redaksi dan kemudian menjabat General Manager RBTV.
Prestasi besar Dedy tercatat ketika RBTV meraih predikat sebagai TV terfavorit di Bengkulu versi AC Nielsen, mengungguli banyak televisi nasional.
Capaian tersebut menjadi sejarah yang hanya terjadi di Bengkulu, menjadikan Dedy sebagai salah satu figur media paling berpengaruh saat itu.
Namun, ia memilih mundur di puncak kariernya—sebuah keputusan berani yang membuka jalan menuju dunia politik.
Perjalanan menuju panggung Pilwakot tidak berlangsung mudah.








