Ia menilai penyelesaian program dan target kinerja lebih penting sebelum dilakukan penataan organisasi melalui mutasi jabatan.
“Saya belum melakukan mutasi karena saya ingin pejabat eselon II menyelesaikan semua pekerjaannya di tahun 2025. Saya ingin mereka menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik,” ujar Rachmat Riyanto, dikutip dari KORANRB.ID.
Mutasi Eselon II Tinggal Menunggu Pelantikan
Lebih lanjut, Rachmat memastikan bahwa mutasi pejabat eselon II tidak lama lagi akan dilaksanakan.
Memasuki awal tahun 2026, seluruh pekerjaan tahun sebelumnya telah berakhir, sehingga tidak ada lagi kendala administratif maupun teknis.








