Sebagai alternatif, wisatawan dapat memilih destinasi lain di luar kawasan konservasi yang dinilai lebih aman selama libur Nataru.
Untuk mendukung efektivitas kebijakan ini, BKSDA juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BMKG, Basarnas, dan BPBD Provinsi Bengkulu.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan pengamanan selama periode libur, sekaligus meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
Melalui kebijakan ini, BKSDA Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mengedepankan keselamatan publik serta perlindungan kawasan konservasi sebagai aset alam yang harus dijaga bersama.








