Ia menilai daerah sekitar memiliki potensi besar. Wisatawan dari Lahat, Pagar Alam, Lubuk Linggau, hingga Muara Enim disebut rutin datang.
Kehadiran mereka langsung menggerakkan ekonomi kota.
“Kemarin saat Belungguk Point diresmikan, pengunjung dari Lahat sampai Muara Enim berdatangan,” katanya.
“Mereka menginap di hotel-hotel kita. Amaris, Santika, hingga Mercure. Itulah uang berputar,” lanjut Dedy.
Menurut Dedy, perputaran uang dari wisatawan nusantara sangat terasa.
Tingkat hunian hotel meningkat signifikan. Pusat kuliner dan UMKM ikut menikmati dampaknya.
Ia lalu membandingkan Belungguk Point dengan ikon kota besar.








