Kondisi tersebut membuat ruang fiskal daerah semakin sempit, terutama untuk pembiayaan pembangunan fisik dan pelayanan publik lainnya.
“Belanja pegawai kita sudah hampir setengah dari APBD. Anggaran daerah ini sudah sangat berat. Bahkan, untuk kegiatan pembangunan fisik hampir tidak ada ruang lagi,” ujar Teddy Rahman, dikutip dari KORANRB.ID.
Anggaran Tertekan, Jumlah ASN Terus Bertambah
Bupati Teddy memaparkan bahwa tekanan anggaran tersebut tidak terlepas dari penambahan jumlah aparatur sipil negara dalam beberapa tahun terakhir.
Pemkab Seluma telah mengangkat sekitar 900 CPNS, 573 PPPK penuh waktu, serta 280 PPPK paruh waktu.








