Pasalnya, hampir seluruh aktivitas melaut sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Dengan adanya subsidi, beban biaya operasional dapat ditekan sehingga hasil tangkapan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan.
“Untuk awal tahun 2026 ini, jumlah nelayan penerima rekomendasi BBM subsidi masih sama seperti tahun 2025, yakni 201 nelayan. Program ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan usaha nelayan kecil di wilayah pesisir,” ujar Sugimin, dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Subsidi BBM Jadi Penopang Aktivitas Nelayan
Lebih lanjut, Sugimin menegaskan bahwa BBM subsidi bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan utama bagi nelayan agar dapat melaut secara rutin.








