Ia menegaskan, penilaian kinerja ASN tidak ditentukan oleh kedekatan personal maupun jabatan, melainkan oleh capaian kerja yang nyata dan terukur.
“Kami menilai ASN dari kinerjanya, bukan dari siapa dekat dengan siapa. Yang dinilai adalah hasil kerja,” tegas Huda.
Ia juga menyoroti fenomena ASN yang hanya hadir untuk mengisi daftar hadir tanpa menunjukkan kontribusi kerja yang optimal.
Menurutnya, pola kerja seperti itu tidak bisa lagi ditoleransi di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat dan berkualitas.
Selain disiplin individu, Huda menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarp erangkat daerah.








