BACA JUGA : Libur Nataru, Dinkes Rejang Lebong Siagakan 21 Puskesmas di 15 Kecamatan
Ketua AMAN Wilayah Bengkulu, Fahmi Arisandi, menyebut konflik wilayah adat paling besar terjadi akibat klaim kawasan hutan negara.
Situasi ini mencerminkan persoalan lama yang belum kunjung diselesaikan secara adil dan berkelanjutan.
“Konflik wilayah adat ini menyebar di seluruh Provinsi Bengkulu, dan sektor kawasan hutan negara menjadi penyebab konflik paling besar,” ujar Fahmi, dikutip dari Antaranews.com.
Kawasan Hutan Jadi Sumber Konflik Terbesar
Secara rinci, AMAN mencatat konflik wilayah adat dengan kawasan hutan negara mencapai 143.108 hektare.








