BENGKULU, RBMEDIA.ID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu mencatat sepanjang 2025 terjadi konflik serius yang melibatkan wilayah adat dengan sektor negara dan korporasi.
Total luas wilayah adat yang terdampak konflik mencapai 202,89 ribu hektare dan tersebar hampir di seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Konflik tersebut terutama bersinggungan dengan kawasan hutan negara, sektor pertambangan, dan perkebunan.
Kondisi ini dinilai mengancam keberlangsungan hidup komunitas adat yang telah turun-temurun menjaga wilayahnya jauh sebelum negara menetapkan batas administrasi dan kawasan.








