Berdasarkan paparan Pelindo, pengerukan masih berlangsung dengan target kedalaman alur mencapai minus 12 meter pada pertengahan 2026.
Kedalaman ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran kapal bertonase besar, termasuk kapal ekspor tujuan Jepang.
Meski demikian, Pemprov Bengkulu menilai capaian kedalaman teknis belum sepenuhnya menjawab akar persoalan sedimentasi yang terjadi setiap tahun.
“Dari laporan yang kami terima, sedimentasi bisa mencapai sekitar 20 ribu meter kubik per hari. Kalau tidak ada pengerukan rutin, dalam beberapa bulan saja alur bisa kembali dangkal dan berisiko ditutup,” ungkap Denni.






