BENGKULU, RBMEDIA.ID – Isu money politik kembali mencuat dalam perdebatan Pilkada langsung.
Banyak pihak menilai praktik ini lahir dari sistem pemilihan.
Namun pandangan berbeda disampaikan praktisi Hukum Tata Negara, Muslim Chaniago, SH, MH.
Menurut Muslim, money politik tidak berasal dari rakyat.
Praktik itu justru muncul dari kandidat yang tidak percaya diri.
Ketidakpercayaan diri tersebut mendorong kandidat menawarkan uang.
“Money politik itu lahir karena kandidat tidak percaya diri. Tawaran uang itu datang dari kandidat, bukan dari rakyat,” tegas Muslim.
Ia menjelaskan, rakyat sebenarnya sadar saat menerima uang.








